Waigeo Island, a New Distributional Record of Dendrobium sagin Saputra & Schuit.

Pulau Waigeo merupakan salah satu dari empat pulau besar di Kabupaten Raja Ampat. Sebagian besar Pulau Waigeo terdiri atas kawasan hutan konservasi, yaitu Cagar Alam (CA) Waigeo Barat, CA Waigeo Timur, dan Suaka Margasatwa yang baru di sekitar Kampung Saporkren. Cagar Alam di Pulau Waigeo itu sendiri ditunjuk sebagai kawasan hutan konservasi dikarenakan keanekaragaman anggreknya. Meskipun belum diketahui secara menyeluruh spesies anggrek yang ada di Pulau Waigeo. Oleh karena itu Balai Besar KSDA Papua Barat yang didukung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Flora & Fauna International (FFI) melakukan kegiatan eksplorasi jenis anggrek pada Gunung Wailat, Cagar Alam Waigeo Barat pada tahun 2020 lalu.

Kegiatan tersebut melaporkan terdapat sekitar 176 spesies anggrek yang hidup pada Gunung Wailat, Cagar Alam Waigeo Barat. Dari keseluruhan spesies anggrek yang ditemukan, sebagian belum dapat diidentifikasi sampai dengan tingkat spesies. Hal tersebut dikarenakan banyak koleksi spesimen anggrek yang belum berbunga. Oleh karena itu, proses penelitian dan identifikasi terus dilakukan pasca kegiatan eksplorasi. Pada akhir Maret 2021, salah satu koleksi anggrek (living collection) dengan kode koleksi RR141 berbunga. Setelah melakukan identifikasi secara seksama, anggrek tersebut adalah Dendrobium sagin Saputra & Schuit. Salah satu anggrek spesies baru asal Kabupaten Sorong, Papua Barat yang baru dipulikasikan enam bulan yang lalu.

Temuan Dendrobium sagin merupakan salah satu temuan yang menarik, dan tentunya juga temuan yang sangat penting. Temuan D. sagin ini menjadi catatan baru (new record) untuk persebaran di Pulau Waigeo, yang sebelumnya hanya di temukan di pulau utama Papua.

Dendrobium sagin Saputra & Schuit. asal Pulau Waigeo

Mungkin para pembaca berpikir. Seberapa penting catatan baru bagi konservasi?. Dalam menentukan strategi konservasi dan menilai status konservasi suatu spesies, data kehadiran di lapangan sangatlah penting. Pada bulan Februari 2021 yang lalu, saya dan Helen Chadburn (salah satu tim penilai konservasi tumbuhan dari Kew Botanical Garden), melakukan penilaian status konservasi awal Dendrobium sagin untuk dapat ditayangkan pada website IUCN. Berdasarkan data dan fakta di lapangan, kami sepakat bahwa status konservasi spesies ini jatuh pada kategori Sangat Terancam Punah (Critically Endangered). Namun dengan ditemukannya D. sagin di Pulau Waigeo, status konservasinya menjadi Terancam Punah (Endangered). Hal ini hanya sebagian kecil dari fungsi data kehadiran. Fungsi yang lebih penting adalah kehadiran atau keberadan spesies tersebut di alam.

Penulis: Reza Saputra (Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Besar KSDA Papua Barat)

Reference:

Saputra, R., W. A. Mustaqim, D. Metusala, A. Schuiteman. 2020. Dendrobium sagin (Orchidaceae: Epidendroideae), a new species from the Bird’s Head Peninsula, West New Guinea. Phytotaxa 459 (2): 190–196. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.459.2.9

Saputra, R. 2020. Orchids Exploration on Unexplored Mountain in West Waigeo Nature Reserve. https://bbksda-papuabarat.com/orchids-exploration-on-unexplored-mountain-in-west-waigeo-nature-reserve/, diakses pada 31 Maret 2021, pkl 17.09 WIT.