WALAUPUN PANDEMI AKU TETAP SELAMATKAN BUMI

Penulis: Yola Puspitasari

“Juara 10 dalam kompetisi menulis Balai Besar KSDA Papua Barat”

 

Pada tahun 2020 tepatnya di pertengahan bulan Maret, untuk pertama kalinya Indonesia mengalami wabah virus baru yaitu Covid-19. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh negara Indonesia tetapi berdampak ke beberapa negara di  dunia, salah satunya seperti Amerika, Perancis, Singapura, dan negara lainnya. Terdapat peraturan-peraturan baru yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, seperti menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah, menyebabkan berubahnya gaya hidup baru dengan melakukan segala aktivitas di dalam rumah.

Walaupun situasi sedang pandemi, bukan menjadi alasan untuk tidak menyelamatkan bumi, bukan alasan juga untuk menutup mata dan telinga terhadap makhluk hidup dan seisinya yang membutuhkan pertolongan kita. Sebagai generasi agent of change (agen perubahan) sudah menjadi kewajiban kita untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini. Seperti yang kita tau konservasi merupakan bentuk pelestarian/perlindungan, untuk menjaga ekosistem lingkungan/laut agar tetap utuh, tidak rusak, dan tetap terjaga demi keberlangsungan hidup sesama. Melakukan konservasi dapat dilakukan dari hal terkecil, bahkan walaupun kita di rumah saja, kita tetap dapat melakukan konservasi dari rumah, seperti pengalamanku selama pandemi diantaranya seperti melakukan penghijauan, melakukan pemilahan dan meminimalisir penggunaan sampah plastik, melakukan aktifitas jogging/bersepeda sebagai wujud upaya konservasi lingkungan dan konservasi laut.

Melakukan aktivitas penghijauan selama di rumah diwujudkan dengan menanam tanaman pot, dan juga menyiram tanaman di pagi hari dan di sore hari setiap harinya.

Gambar 1. Aktivitas penghijauan dari rumah.

Hal tersebut merupakan perwujudan dari konservasi lingkungan agar lingkungan tetap asri. Selain itu aktifitas olahraga seperti jogging, bersepeda juga salah satu upaya bentuk perlindungan untuk bumi, dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor atau bermobil, dapat membuat langit di lingkungan rumah menjadi lebih jernih, bersih dan udara terasa lebih segar. Tentunya selain menyehatkan tubuh juga membawa dampak besar terhadap bumi. Namun jangan lupa, jika sedang beraktifitas olahraga di luar rumah tetap mengenakan masker dan membawa hand sanitizer agar tetap aman.

Gambar 2. Aktivitas belanja menggunakan kantong tote bag sebagai upaya mengurangi sampah plastik

Gambar 3. Aktivitas penggunaan botol tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik

Gambar 4. Aktivitas menggunakan sedotan stainless steel saat berkunjung ke cafe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Isu lingkungan akan selalu berdampingan di kehidupan kita, masih teringat kasus hewan laut seperti penyu dan ikan paus yang memakan sampah plastik di lautan Indonesia. Sebagai negara penyumbang sampah plastik terbanyak kedua setelah China, menjadikan timbulnya sebuah tekad kuat untuk menjadi bagian andil dalam gerakan pengurangan sampah plastik. Aksi nyata tersebut dimulai dari hal sederhana, seperti mengganti kantong belanja berbahan plastik menjadi kantong belanja berupa tote bag, membawa air mineral dengan menggunakan botol tumbler, mengganti penggunaan sedotan plastik dengan sedotan berbahan stainless steel saat berkunjung ke restoran/cafe, seperti yang terlihat pada gambar sebagai berikut.

Sampah plastik tidak selamanya terlihat buruk, jika kita dapat menuangkan ide sampah menjadi sebuah nilai yang kreatif dan inovatif. Pengalaman konservasi selama pandemi juga diwujudkan dengan mengikut sertakan pada lomba virtual photo shoot (lomba foto secara virtual) yang diadakan oleh Badan Eksekusi Mahasiswa, Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta, pada tanggal 16 Mei 2020. Konsep pengambilan gambar diabadikan dengan properti berupa sampah plastik. Walaupun sampah plastik dianggap tidak bernilai oleh kebanyakan orang, ternyata dapat digunakan sebagai properti bagi kalian yang memiliki hobi berfoto. Plastik tersebut dapat dijadikan sebagai effect dreamy yang menjadikan foto akan terlihat aesthetic, indah, dan menarik. Ide konsep yang saya tuangkan tersebut behasil menjuarai lomba virtual photo shoot pada lomba tersebut.

Gambar 5. Sampah plastik sebagai properti foto.

Gambar 6. Hasil foto dengan menggunakan sampah plastik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Juara lomba virtual photo shoot.

Pengalaman konservasi selama pandemi memberi pelajaran berarti untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Melakukan konservasi dari rumah juga bukan sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. Walaupun sedang pandemi kita tetap dapat melakukan pelestarian lingkungan dari rumah. Untuk itu mari lakukanlah dari aksi sederhana terlebih dahulu, karena aksi sekecil apapun yang kita lakukan dapat membawa dampak besar bagi dunia. Walaupun pandemi, mari tetap selamatkan bumi. Maka jagalah bumi agar selalu menjadi layak huni. Jadilah bagian dari agent of change (agen perubahan) mulai saat ini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Lestari bumiku! begitu semboyannya. Salam Lestari!